Manusia dalam hidupnya tak lepas dari permasalahan. Manusia dalam
hidupnya pasti pernah mengalami kegelisahan. Gelisah tergolong penyakit batin, penyakit ini
dapat menyerangsiapa saja, dari golongan apa, dan bangsa apapun. Bila
dibandingkan dengan rasa takut, daerah operasinya lebih luas. Sebab orang yang
pemberani, tak mungkin diserang oleh rasa takut. Atau orang yang mempunyai obat
penangkal takut juga tidak akan dijamahnya. Umpama orang yang pernah
mengerjakan perbuatan salah sudah pasti tidak akan takut untuk dituntut. Begitu
pula seorang yang kaya, pasti tidak akan takut kelaparan, dan sebagainya.
Tetapi walaupun benar, kaya, pandai, jujur, dan sebagainya pasti akan dilanda
perasaan gelisah.
A. Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah. Dalam kamus umum bahasa Indonesia, WJS
Poerwadarminto, gelisah artinya tidak tentram hatinya,selalu merasa khawatir;
tidak dapat tenang dalam hidupnya; cemas. Jadi, kegelisahan adalah gejala
universal, ada pada manusia dimana saja.
Kegelisahan timbul karena perbuatan manusia sendiri atau karena keadaan dari
luar lingkungan manusia sendiri, yang memberi pengaruh psikologis, yang dapat
merugikan dirinya maupun orang lain.
Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Tragedy dunia
modern tidak sedikit dapat menyebabkan kegelisahan. Hal ini mungkin akibat
kebutuhan hidup yang meningkat, rasa individualistis dan egoisme, persaingan
dalam hidup, keadaan yang tidak stabil dan seterusnya kegelisahan dalam konteks
budaya dapatkah dikatakan sebagai akibat adanya instik manusia untuk berbudaya,
yaitu sebagai upaya mencari kesempurnaan.
Alasan mendasar mengapa manusia gelisah ialah karena manusia memiliki hati dan
perasaan. Bentuk kegelisahannya berupa:
1. Keterasingan
2. Kesepian
3. Ketidakpastian
Perasaan seseorang yang sedang gelisah ialah hatinyatidak tentram, merasa
khawatir,cemas, takut, dsb..
B.
Sebab-sebab Orang Gelisah
a. Dari Dalam
Faktor kegelisan dari dalam diri
seseorang antara lain:
1. Cinta
Diri
Kecintaan seseorang
terhadap dirinya merupakan hal yang wajar, namun sebagian orang telah
berlebihan dalam mempertahankan cinta tersebut, sehingga terbebani dengan
berbagai macam penderitaan dan rasa sakit. Dalam pembahasan ini, yang dimaksud
cinta diri adalah kecintaan melampaui batas, perhatian berlebihan terhadap diri
sendiri, dan sangat sensitif terhadap segala hal yang berkaitan dengan itu,
sehingga ia tidak mendapati musibah yang lebih parah dari penyakit tersebut.
Ya perhatian yang berlebihan terhadap diri akan menyebabkan munculnya keinginan buruk dalam diri seseorang, seperti ingin meraih kecintaan dari semua manusia, mengharapkan kehadiran mereka dengan patuh dan mau melaksanakan perintahnya secara keseluruhan demi memperoleh kerelaannya.
Ya perhatian yang berlebihan terhadap diri akan menyebabkan munculnya keinginan buruk dalam diri seseorang, seperti ingin meraih kecintaan dari semua manusia, mengharapkan kehadiran mereka dengan patuh dan mau melaksanakan perintahnya secara keseluruhan demi memperoleh kerelaannya.
2. Lalai dalam Mengingat Allah
Dalam beberapa hadits dan
riwayat Shahih disebutkan bahwa was-was dalam keadaan tertentu akan muncul
sebagai akibat kelalaian seseorang dalam mengingat Allah, berpaling dari
(mencari) hikmah-Nya, dan mengentengkan perintah dan larangan-Nya. Terkadang
was-was juga akan muncul dari setan yang telah mengguncangkan jiwanya.
Ya, orang yang hatinya bersih dan yakin kepada Allah tidak akan terkena penyakit ini, kecuali bila menderita cacat atau penyakit tertentu. Dari sudut pandang agama, mengingat Allah ibarat benteng kuat dan baju besi yang melindungi manusia dari berbagai macam bahaya, seperti penyakit kejiwaan. Sebagaimana, kita juga dapat menjadikannya sebagai pijakan dalam proses pengobatannya. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa was-was bisa muncul sebagai akibat perbuatan haram dan mungkar, sebaliknya mencari perlindungan Allah dapat mencegah seseorang dari dampak negatifnya.
Ya, orang yang hatinya bersih dan yakin kepada Allah tidak akan terkena penyakit ini, kecuali bila menderita cacat atau penyakit tertentu. Dari sudut pandang agama, mengingat Allah ibarat benteng kuat dan baju besi yang melindungi manusia dari berbagai macam bahaya, seperti penyakit kejiwaan. Sebagaimana, kita juga dapat menjadikannya sebagai pijakan dalam proses pengobatannya. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa was-was bisa muncul sebagai akibat perbuatan haram dan mungkar, sebaliknya mencari perlindungan Allah dapat mencegah seseorang dari dampak negatifnya.
3. Gejolak Hati
Terkadang was-was muncul dalam keadaan tertentu lantaran kegalauan hati yang sangat keras akan hal-hal yang spele dan remeh. Ketika ia tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menyibukkan dirinya, ia akan memikirkan problem dan khayalan sia-sia, sehingga sering kali hal itu menyeretnya kedalam kubangan was-was.
Karena itu, ketika seorang
anak kecil megotori badannya, maka ia akan segera melawan guncangan jiwa
lantaran takut akan hukuman ibunya dengan cara mencuci kotoran tersebut
berulang kali. Dan, pengulangan itu memberikan kemungkinan bagi muncul dan
tertanamnya pemikiran yang bersifat was-was tersebut. Sebagian orang
berkeyakinan bahwa pemikiran yang disertai perasaan was-was sebenarnya
merupakan sejenis kegelisahan yang timbul dari penyakit kejiwaan yang dapat
disembuhkan dengan mudah.
4. Rasa Takut dan Malu
Mungkin, sifat malu
merupakan salah satu diantara faktor penyebab was-was, sebab seorang pemalu
adalah orang yang takut berdiam diri dan inilah yang mengharuskan kita membahas
tentang sebab-sebabnya pada anak-anak.
Karena itu, mereka yang pada masa kecilnya telah mendapatkan pelecehan dan perlakuan keras, pada masa dewasanya tidak akan mampu menghadapi problem yang sangat besar dan menyelesaikannya secara benar. Ini menunjukkan bahwa seorang pemalu akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi bahan penilaian dan cemoohan orang lain. Inilah yang mendorongnya melakukan pekerjaan secara berulang agar dapat menyelesaikannya sebaik mungkin, yang pada akhirnya menjerumuskannya kedalam was-was.
Karena itu, mereka yang pada masa kecilnya telah mendapatkan pelecehan dan perlakuan keras, pada masa dewasanya tidak akan mampu menghadapi problem yang sangat besar dan menyelesaikannya secara benar. Ini menunjukkan bahwa seorang pemalu akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi bahan penilaian dan cemoohan orang lain. Inilah yang mendorongnya melakukan pekerjaan secara berulang agar dapat menyelesaikannya sebaik mungkin, yang pada akhirnya menjerumuskannya kedalam was-was.
5. Tidak Merasa Aman
Dalam keadaan tertentu,
perasaan tidak aman merupakan faktor penyebab terjadinya was-was. Dengan kata
lain, sebagian orang akan menderita was-was lantaran dirinya merasakan tidak
adanya keamanan. Terkadang, perasaan semacam ini merupakan akibat dari lemahnya
kepribadian dan tidak adanya kemampuan dalam mengendalikan diri.
Tidak diragukan lagi bahwa
benturan kejiwaan yang datang secara tiba-tiba pada diri seseorang akan
mendorong munculnya perasaan tidak aman dalam diri , yang kemudian akan
menyebabkan tertimpa was-was. Sebagaimana, tekanan jiwa akan menghilangkan
perasaan aman dalam pikiran seseorang. Ini juga merupakan penyebab lemahnya
kepribadian dan menjadikannya sebagai sasaran empuk bagi penyakit was-was.
6. Jiwa
yang Lemah
Kelemahan jiwa dalam diri
seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia sendiri kehilangan kekuatan
untuk mengendalikannya, sehingga kita mendapatinya dengan terpaksa menyerah
dihadapan kejadian-kejadian yang dialaminya. Ketika ia menampakkan keinginan agar
seluruh pekerjaannya sebanding dengan orang yang lebih utama darinya, maka
perasaan ini akan berubah kedalam bentuk perasaan lemah.
b. Kemasyarakatan
Terkadang, dalam beberapa
keadaan, was-was diakibatkan oleh faktor sosial dimana kita dapat melihat sebagian
gejalanya ketika seseorang melakukan suatu perbuatan yang sama dengan orang
lain dan selalu mengikutinya. Namun kasus ini berbeda dengan dimana anak-anak
mewarisinya dari ayah atau ibunya. Dengan kata lain, mengikuti perilaku orang
lain dan taklid terhadap kelakuan mereka yang salah serta berteman dengan
segala penderita penyakit tersebut akan menyebabkan terjadinya kontradiksi yang
dibencinya dan membantu proses transfer penyakit tersebut dari satu orang
kepada orang lain.
C. Usaha-usaha
Mengatasi Kegelisahan
Cara yang digunakan dalam
mengatasi kegelisahan:
· Dengan
memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita
sendiri (instropeksi),akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita
tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya dan
sebagainya.
· Kita
bersedia menerima sesuatu yang terjadi pada diri kita dengan rasa tabah dan
senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita. Bersamaan
berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi
keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa kita.
· Berdoa
kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh sabar,tabah,senang dan ikhlas sehingga Ia
mau mengabulkan permohonan kita dari perasaan kecemasan ini,sebab Tuhan adalah
yang paling Maha Pemurah,Maha Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi
umatnya yang mau berdoa dan memohon kepadaNya
D. Keterasingan
Keterangan berasal dari kata “terasing”
dan kata itu dari kata dasar “asing” berarti “sendirian, tidak dikenal orang”.
Terasing berarti “disisishkan dari pergaulan”.
Jadi, keterasingan berate hal-hal yang
berkenaan dengan tersisihkannya seseorang dari pergaulan, terpencil atau
terpisah dari orang lain.
Terasing atau keterasingan adalah
merupakan bagian hidup manusia terhadap kaum mukmin yang sedang berada ditemat
pengasingan, jauh dari tanah airnya, yang belum pernah ia lihat sebelumnya,
Allah SWT memberikan kesejukan hatinya dengan menunjukkan kiblat shalatnya.
Hamparan bumi yang luas adalah tempat
bagi orang-orang mukmin untuk menyembah kepada Allah SWT. Karena dialah zat
yang berhak disembah disetiap tempat berbagai penjuru dunia.
E. Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi,
artinya sunyilengang, tidak ramai, tidak ada orang atau kenderaan, dan
sebagainya. Kesepian adalah keadaan sepi atau hal sepi.
Misalnya:
Setelah tembakan gencar itu berhenti, tampak Jalanan sepi. Orang takut keluar,
bahkan suara deru mobil pun tak kedengaran.
Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian merupakan bagian hidup
manusia. Lama atau sebentar, perasaan kesepian ini bergantung kepada mental
orang dan kasus penyebabnya.
Kesepian itu akibat keterasingan dan keterasingan akibat sikap sombong, angkuh,
keras kepala, sehingga dijauhi kawan-kawan sepergaulan.
Kesepian juga disebabkan karena takut kehilangan hak nama baik. Nama baik
merupakan harapan setiap orang. Bahkan orang takut matidemi menjaga nama baik.
Meskipun sudah berhati-hati menjaganya mungkin juga oranng masih berbuat salah,
sehingga cemar nama baiknya. Untuk ini, sering kali yang bersangkutan terpaksa
hidup mengasingkan diri, akibatnya kesepian.
F. Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak
pasti artinya tidak menentu (pikirannya), apa yang dipikirkannya tidak searah.
Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi.
Ketidakpastian adalah bagian dari hidup
manusia. Ketidakpastian atau ketidaktentuan adalah bagian hidup. Setiap orang
pernah mengalaminya, Bahkan anak kecilpun pernah mengalaminya.
Misalnya:
Ketika anak kecil ditinggalkan
ibunya,ia menangis kebingungan.K ebingungan itu menunjukkan adanya
ketidakpastian, seperti anak ayam yang kehilangan induknya.
G. Usaha-usaha Mengatasi Ketidakpastian
Untuk dapat menyembuhkan keadaan ini
tergantung kepada mental Si Penderita. Andai kata penyebabnya sudah diketahui,
kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal ituterjadi, maka jalan yang
paling baik untuk penderita ialah diajak atau pergi sendiri kepsikolog.
Bila penyebabnya itu jelas, misalnya
rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan denganorang yang dirindukan. Phobia
atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit, sehingga tidak takutlagi.
Orang yang bersikap sombong atau angkuh
bila mengalami musibah, baru berkurangkesombongannya, tetapi mungkin tidak.
Andaikata mereka sadar, kesembuhan itu adalahkarena pengalaman. Jadi yang
menyembuhkan masyarakat sekitarnya dan diri sendiri
PERTANYAAN
1.
Tidak tentram
hatinya,selalu merasa khawatir; tidak dapat tenang dalam hidupnya; cemas
merupakan arti dari...
a. gelisah * c.
ketidakpastian
b. kesepian d. keterasingan
2. Faktor penyebab
kegelisahan antara lain…
a. Masyarakat
c.
Faktor sedang
b. Factor
dalam d. a dan b benar*
3.
Kata
asing berarti…
a. Berdua
c. Rombongan
b. Sekelompok
d.
Sendiri*
4. Faktor
dalam kegelisahan antara lain…
a. Cinta
diri c. Gejolak
hati
b. Lalai
dalam mengingat Allah d. Semua
benar*
5. .
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari…
a. Kecemasan* c.
Kebahagiaan
b. Kesenangan
d.
Kesedihan
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar