Setiap
manusia dilahirkan dan dibekali dengan banyak sekali keindahan. Keindahannya
baik dari dalam, dari luar, maupun yang ada disekitarnya. Kata keindahan
berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan
sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan
kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran
berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat
oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan
atau lokal.
A. Pengertian
Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, yang artinya bagus,
permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan
kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya
mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu
bertambah. Yang tidak mengandung keindahan berarti tidak indah. Keindahan juga
bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan
tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
B. Perbedaan Keindahan Sebagai Suatu Kualitas
Abstrak dan Sebagai Benda tertentu Yang Indah
Keindahan itu suatu
konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu
baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu
karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan
dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan berkomunikasi menurut
cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan
sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa
Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful”
(benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini
kadang-kaang dicampuradukkan saja.
C. Keindahan
Yang Seluas-luasnya
Keindahan adalah sesuatu konsep abstrak yang tidak dapat
dinikmati, keindahan bisa dinikmati melalui suatu karya. Dengan kata lain
keindahan dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk.
Keindahan memiliki
perbedaan, perbedaan keindahan menurut luasnya :
1. Keindahan dalam arti luas
Keindahan dalam
arti luas menurut plotinus ilmu yang indah dan kebajikan yang indah.
2. Keindahan dalam arti estetis murni
Keindahan dalam
arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam
hubungannya dengan sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungan
penglihatan
Keindahan dalam
arti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya
menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa
keindahan bentuk dan warna.
D. Nilai Estetik
Dalam rangka terori umum tentang “The
Lianh Gie” menjelaskan bahwa pengertian yang dianggap sebagai salah satu jenis
nilai seperti halnya niali moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan
sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam
pengertian keindahan disebut nilai estentik.
Dalam bidang filsafat, istilah sering kalin
dipakai sebagai kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (wort) atau kebaikan
(goodness)
Dalam “dictionary of sociology and relate
ecience” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut.. kemampuan yang
dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia, sifat
suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok.
Hal itu berati nilai adalah :semata-mat
reealita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan karena
terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu
(oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti kebenarannya
E. Perbedaan
Nilai Ekstrinik dan Intrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda
sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (”instrumental! Contributory
value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya puisi,
bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai
ekstrinsik.
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang
bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu
sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui
(alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik.
F. Kontemplasi
dan Ekstansi
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk
menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi
merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna,
manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan,
merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Manusia menciptakan berbagai macam peralatan untuk
memecahkan rahasia gejala alami tersebut. Semuanya ini dilakukan dan hanya bisa
terjadi berdasarkan resep atau pemikiran pendahuluan yang dihasilkan oleh
kontemplasi. Siklus kehidupan manusia dalam lingkup pandangan ini menunjukkan
bahwa kontemplasi selain sebagai tujuan juga sebagai cara atau jalan mencari
keserba sempurnaan kehidupan manusia
G. Teori
Dalam Renungan
Renungan memiliki arti yaitu tidak melakukan apa-apa(diam)
namun di dalam nya kita memikirkan sesuatu,atau pun seseorang.Biasa nya
seseorang merenung ketika iya ingin benar-benar merasakan,dan ingin
mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran nya.hasil dari merenung yaitu
Renungan,tidak jarang orang merenung lantaran dia sedang memikirkan jalan
keluar atas masalah yang sedang di hadapinya saat itu,dan juga ketika seseorang
tersebut ingin mengetahui kesalahan yang telah dia lakukan kepada orang lain
namun dia tidak menyadari kesalahan itu.
Dalam menciptakan karya seni pun kita butuh merenung agar
bisa mendapatkan inspirasi pada saat membuat sebuah karya seni,berikut adalah
teori merenung yang saya dapatkan:
1. Teori
Pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an
expression of human feeling" (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan
manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia
Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam
bahasa Inggris.
2. Teori
Metafisik
Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari
Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati,
konsepsi keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu
dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di
sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide
dibaliknya.
3. Teori
Psikologis
Salah satunya ialah teori permainan yang dikembangkan oleh
Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Seni merupakan
semacam permainan yang menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia
berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.
Kegiatan merenung bisa sukses terjadi karena ada nya
situasi sekitar yang mendukung,biasanya orang yang sedang melakukan kegiatan
merenung cenderung melakukan nya di tempan yang sunyi dan tenang sehingga
dia bisa mengevaluasi segala sesuatu yang iya renungkan di dalam alam pikir nya
dengan baik dan kegiatan merenung di tempat yang sunyi pun bisa membuat si
perenung lebih relax setelahnya.
H. Teori Dalam Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi dan kata dasar rasi,
artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Keindahan adalah suatu kumpulan
hubungan yang serasi pada suatu benda dan diantara benda itu dengan si
pengamat. Filsuf Inggris Herbert Read merumuskan definisi bahwa keindahan
adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara
pencerapan-pencerapan indrawi kita (beauty is unity of formal relations among
our sense-perception).
Keserasian adalah perpaduan, pertentangan, ukuran,
seimbang. Terdapat 2 teori keserasian
1. Teori objectif
dan subjectif
Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri
yang menciptak nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam
bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendukung
teori objectif adalah Plato, Hegel
Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang
menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam
diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung nya adalah Henry Home,
Earlof Shaffesburry
2. Teori
Perimbangan
Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di
ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya
dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan
yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, dan pelimpahan.
Teori pengimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunanai
Kuno dulu dipahami dalam arti terbatas, yakni secara kualitatif yang
diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari
benda-benda yang disusun (mempunyai bagian-bagian). Hubungan dari bagian-bagian
yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau
perbandingan angka-angka.
Teori ini hanya berlaku dari abad ke-5 sebelum Masehi
sampai abad ke-17 Masehi selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan
dari filsafat empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni.
SOAL:
1. Sesuatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati merupakan pengertian dari....
a. keindahan c. penderitaan
1. Sesuatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati merupakan pengertian dari....
a. keindahan c. penderitaan
b. nilai
instrinsik d. nilai ekstrinsik
2. Berikut adalah arti-arti dari indah, kecuali...
a. bagus c. cantik
b. elok d. jelek
3.
Ada berapakah perbedaan keindahan menurut luasnya...
a. 2
b. 3 c. 4 d. 5
4. Dasar dalam diri manusia untuk menyatakan,
merasakan dan menikmati sesuatu yang indah, pengertian dari...
a. kontemplasi c. ekstansi
b. radiasi d.
dehidrasi
5. Teori Psikologis
salah satunya ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller
pada tahun...
a. 1757-1805 c. 1820-1903
b. 1996 – 2005 d. 1760-1815
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar