KEMASYARAKATAN
BAB I
PENDAHULUAN
I.i PENDAHULUAN
Semuanya berawal dari adanya manusia yang mempunyai akal yang hidup didunia, dan tentunya manusia itu adalah makhluka yang berkembang dan tentunya mengalami perubahan baik dari segi fisik, perilaku, kebiasaan dan pemikiran.
"Dimana bumi diinjak, disitu langit dijunjung" , itulah pepatah yang mengajarkan kita mengenai etika hidup ditempat orang lain bahwa setiap orang harus bisa menyesuaikan diri dengan nilai dan norma yang berlaku dalam sebuah masyarakat. sebagai konsekuensinya, kita harus mempelajari arti dari masyarakat dan harus mempelajari berbagai aspek yang ada dalam masyarakat itu sendri.
BAB II
PEMBAHASAN
II.i Arti Kemasyarakatan
Masyarakat adalah
sekelompok manusia yang memiliki kebiasaan, ide dan sikap yang sama, hidup di
daerah tertentu, menganggap kelompoknya sebagai kelompok sosial dan
berinteraksi.
Menurut, Ralp
Linton (1936: 91), mendefinisikan masyarakat (society) sebagai berikut :
“Setiap
kelompok manusia yang telah hidup dan bekerjasama cukup lama, sehingga mereka
dapat mengatur dan menganggap diri mereka sebagai satu kesatuan sosial dengan
batas-batasnya yang jelas“.
Menurut, David
Krech, Richard S. Crutcfield dan Egerton L. Ballachey (1962: 308),
mendefinisikan masyarakat sebagai berikut:
“Masyarakat
adalah suatu kumpulan manusia yang berinteraksi yang aktivitas-aktivitasnya
terarah pada tujuan-tujuan yang sama dan yang cenderung memiliki sistem
kepercayaan, sikap serta bentuk kegiatan yang sama” (Krech, Crutcfield dan Ballachey, 1962: 308).
Menurut, Kellehear,
1990; Kuper, 1987; Mack dan Young, 1968; Mitchell, 1989 :
“Masyarakat
adalah menitikberatkan pada aspek hubungan antar manusia dan proses timbal
baliknya”.
II.ii Ruang Lingkup Masyarakat
Syarat
terbentuknya sebuah Masyarakat adalah :
1. Populasi penduduk dari berbagai keturunan.
2. Kebudayaan atau Kultur yaitu karya, cipta dan rasa dari kehidupan bersama yang dimiliki oleh manusia.
3.
Hasil-hasil kebudayaan yang dikembangkan oleh manusia dari bidang teknologi, dan pendayagunaan alam secara maksimal.
4. Organisasi Sosial yaitu sebagai jaringan bagi warga baik secara individu kepada individu, peranan-peranan, kelompok social dan kelas sosial.
5. Lembaga sosial dan Sistemnya, sebagai salah satu aturan bagi sebuah masyarat yang harus dijaga untuk kebaikan masyarakat itu sendiri dengan membatasi tingkah laku masyrakat yang menyimpang dengan norma-norma yang
berlaku.
Unsur-unsur Masyarakat
1.
Masyarakat
Masyarakat didefinisikan sebagai suatu kesatuan hidup manusia, yang menempati suatu wilayah nyata, dan yang berinteraksi menurut suatu sistem adat
istiadat, serta yang terikat oleh suatu rasa identitas komunitas.
Segi statis masyarakat : Struktur Masyarakat, yang merujuk pada adanya susunan dari posisi, status, dan peranan anggota dari masyarakat tersebut.
Segi dinamis : Fungsi Masyarakat, yang merujuk pada peranan yang harus dijalankan dari posisi atau kedudukan dari tiap anggota masyarakat tersebut.
2.
Struktur Sosial
Struktur sosial suatu masyarakat meliputi berbagai kelompok yang terjadi dari orang banyak dan meliputi pula lembaga-lembaga di mana orang banyak tersebut ikut dalam bagian. Dalam hal ini lembaga-lembaga sosial atau
kemasyarakatan itu adalah segala perbuatan, cita-cita dan perlengkapan
kebudayaan yang mempunyai sifat kekal serta yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
3. Interaksi
Sosial
Hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara
orang-perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupunantara orang perorangan
dengan kelompok manusia.
Faktor-faktor interaksi sosial:
a. faktor imitasi
b. sugesti
c. identifikasi dan
d. simpati
Syarat terjadinya interaksi adalah:
a. adanya kontak sosial dan
b. adanya komunikasi
Bentuk-bentuk interaksi sosial:
a. Kerjasama (cooperation)
b. persaingan (competition)dan
c. pertentangan atau pertikaian (conflict)
4. Pranata Sosial (lembaga kemasyarakatan)
4. Pranata Sosial (lembaga kemasyarakatan)
a. Suatu ‘pola regulatif untuk interaktif’, terdiri dari sejumlah kaidah atau peraturan, nilai, ideologi, dan sebagainya.
b. Fungsi:
(1) Pedoman bagi anggota masyarakat untuk bertingkah laku dan bersikap
(2) Menjaga keutuhan masyarakat
(3) Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan pengendalian
sosial
c. Wujud konkritnya adalah ASOSIASI.
5. Sistem Sosial
a. Menekankan sifat saling hubungan dan saling ketergantungan unsur- unsur
struktural dalam kehidupan manusia.
b. Mengandung unsur-unsur yang bersifat self maintaining and stabilizing (memelihara dan melestarikan diri)
c. Elemen-elemen atau unsur-unsur
sistem sosial mencakup:
(1) Tujuan, apa yang ingin dicapai, selalu dinyatakan secara eksplisit, pada beberapa hal tujuan dinyatakan dengan istilah kebutuhan
(2) Kepercayaan (belief) merupakan anggapan yang diterima sebagai hal benar
atau tidak benar
(3) Sentimen atau perasaan (sentiment), terjalin erat dengan kepercayaan
dan bersifat ekpresif dan memperlihatkan apa yang dirasa atau “what we feel”
tentang alam.
(4) Norma-norma merupakan aturan atau tata tertib yang dipatuhi oleh warga
sistem sosial.
(5) Sanksi merupakan ganjaran bagi warga yang tidak mematuhi norma- norma
yang telah diterima oleh warga.
(6) Status peranan, status atau kedudukan merupakan tempat atau posisi
seseorang sedangkan peranan merupakan aspek yang dinamis dari status.
(7) Kekuasaan adalah kesanggupan untuk menguasai orang lain. Ada dua komponen penting, yaitu wewenang dan pengaruh.
Wewenang adalah hak yang dibenarkan kepada seseorang untuk mempengaruhi orang lain. Pengaruh merupakan suatu kesanggupan untuk mengontrol orang
lain tidak menggunakan wewenang.
(8) Derajat sosial, menghasilkan suatu strata dalam masyararat yang biasa
disebut dengan lapisan sosial yaitu sebagai akibat kedudukan sosial atau social
position.
(9) Fasilitas, alat-alat, harta, barang-barang yang tersedia dandigunakan dalam sistem sosial untuk mencapai tujuan
(10) wilayah, ruang tempat sistem sosial tersebut bertahan.
6. Sosialisasi dan Proses Pemasyarakatan
a. Suatu proses belajar mengajar
yang melaluinya seorang individu belajar menjadi anggota masyarakat
b. Proses sosialisasi terjadi
melalui penanaman nilai-nilai dan pola perilaku yang harus dimasyarakatkan
kepada individu, dan melalui pengembangan diri individu tersebut (kesadaran dan
tanggung jawab)
c. Proses sosialisasi akan
berhasil bila individu tersebut melakukan internalisasi
7. Stratifikasi
Sosial
Penempatan orang dalam kedudukan bertingkat-tingkat dari atas ke bawah
Dasar stratifikasi:
(1) Kekayaan
(2) Kekuasaan
(3) Kehormatan
(4) Ilmu pengetahuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar